Refleksi Asal Mula Semangat Menulis

REFLEKSI PENGAJARAN 
Akhir tahun menjadi ajang introspeksi perjalanan tahun 2014. Menengok kembali postingan awal blog sampai postingan ini dibuat, terdapat arsip yang tersimpan dari bulan Juni 2014 hingga saat ini. Memang blog yang masih muda, usianya baru menginjak 6 bulan. 

Refleksi catatan blog menunjukkan peristiwa penting yang selama ini dialami. Mulai dari catatan kesehatan, kebidanan, tokoh inspiratif dan beberapa tips wanita. Sekaligus membongkar asal mula pembuatan blog ini. Postingan yang berjudul Mutiara Kecilku memiliki kesan yang tak akan pernah ada tandingannya. Why?

Mempublikasikan postingan yang tidak lebih dari 500 kata ini menjadi awal pulang ke dunia blog. Blog pertama pada tahun 2012 berjudul Life is Choice. Tulisan inilah yang mengantarkan semangat kembali berbagi lebih besar. Pemacu hingga lebih getol lagi menghasilkan tulisan yang bermanfaat. (keepspirit)
REFLEKSI PENGAJARAN
doc. mutiara kecil (03/2014)
Seperti pemutaran dokumenter pertama kali melakoni adegan pemeran utama sosok bidan dalam kenyataan. Jika sebelumnya membantu persalinan seorang ibu mau tak mau harus dengan bantuan bidan senior. Kali ini serba sendiri dari mulai pemeriksaan awal, mengamati kontraksi, proses persalinan, berbagai masalah hingga ibu dan anak dinyatakan sehat dan boleh pulang. Bisa dikatakan "its amazing moment".

Keterampilan saya diuji, sekaligus menjadikan saya mandiri dalam profesi. Teori di kampus sangat berbeda saat kita manifestasikan dengan kondisi di lapangan. Mempublikasikan postingan ini rasanya sangat sulit, saya ketik dari bulan April 2014. Entah karena kesibukan praktek disertai tugas akhir yang menyita waktu, akhirnya postingan dibagikan tanggal 01 Juli 2014. Fiuh, lega rasanya menyampaikan unek-unek yang tertunda 3 bulan lamanya.
http://sugihfenny.blogspot.com/2014/12/refleksi-asal-mula-semangat-menulis.html
Paragraf tersebut bermaksud mengilustrasikan pengorbanan ibu. Mengandung 9 bulan belum lagi 2 hari menanti persalinan, sampai akhirnya bisa melahirkan. Kelahiran anak pertama ini, membuat beliau meneteskan air mata bahagia. Seorang penyabar, tak ada kekesalan yang ditampakkan dari ketulusannya saat melahirkan. Rekor ibu tersabar yang saya tolong sampai saat ini. Jika ibu membaca ini, semoga ibu beserta keluarga selalu dalam keadaan sehat. 

Catatan yang masih sangat sederhana, ada beberapa cerita yang saya potong sedemikian rupa. Tak lain untuk menjaga privasi klien. Namun, kronologis kejadian menjadi tak terjelaskan dan agak sulit dimengerti. Beberapa konotasi dalam catatan ini yang masih banyak menimbulkan tanda tanya. 

Bahkan latar belakang membagikan catatan hingga membuat blog ini, menjadi tak tersampaikan. Jika diperbaiki saya ingin menambahkan alasan asal mula cerita. Semula hanya tersimpan dalam file Microsoft Word hingga menggebrak semangat untuk kembali ke rumah dunia maya ini “blog”.  

Saya akan menambahkan hal apa, siapa, dimana, kapan, kenapa dan bagaimana cerita ini. Menampilkan masalah yang menyebabkan ibu dibawa ke rumah sakit dengan tetap menjaga privasi klien. Pasti akan lebih menarik, jika dikembangkan beberapa kutipan percakapan ibu dan sosok bidan. (Ehm)

Kalau pembaca menengok kembali catatan Mutiara Kecilku, jujur membuat saya sangat malu. Tapi inilah proses belajar, sehingga saya mengetahui kemampuan menulis tidak hanya asal klik publish saja. Sebuah postingan terasa menyenangkan jika mudah dimengerti, bermanfaat dan menghasilkan inspirasi tersendiri bagi pembaca. Terima kasih, dengan adanya a self refleksion laksana kaca spion diri sendiri di masa lalu.

Postingan terkait:

7 Tanggapan untuk "Refleksi Asal Mula Semangat Menulis"

  1. Semangat menulis kak. Ijin baca postingan Mutiara kecil juga :p

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semangat juga kak :)

      duh ketauan deh, monggo sering-sering mampir :)

      Delete
  2. emang sulit ya jadi seorang ibu. mengandung 9 bulan, waktu ngelahirin itu butuh perjuangan yang luar biasa.
    sudah seharusnya kita menghargai ibu kita masing-masing.
    saya suka heran sama anak-anak jaman sekarang yang hobi ngelawan ibunya, ngebentak malah :'(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mungkin ini jawaban mengapa wanita harus dilindungi, perjuangan ibu memang sangat luar biasa. Semoga bermanfaat :)

      Bulan desember ini terbit buku kumpulan karya inspiratif 125 kisah nyata tentang ibu. Jika berminat bisa hubungi saya ke email fennyfefew@gmail.com :)

      Delete
  3. Saya datang dan sudah membaca “Self Reflection” di blog ini
    Terima kasih telah berkenan untuk ikut lomba saya ya
    Semoga sukses

    Salam saya
    #61

    ReplyDelete
  4. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete