RICHARD BRANSON - PENDERITA DISLEKSIA BERHASIL MEMUKAU MATA DUNIA

Mempunyai keterbatasan adalah hal lumrah dijalani seorang manusia di muka bumi ini. Tuhan menciptakan manusia dengan berbagai kemampuan dan keterbatasan. Dengan kata lain Tuhan menciptakan kelebihan juga kelemahan. Maka kita harus bersyukur menerima keduanya. Tidak hanya mensyukuri kelebihan melainkan juga kelemahan kita yang patut disyukuri. Mengembangkan segala hal yang kita miliki adalah bentuk dari rasa syukur kita pada Yang Maha Memiliki.
RICHARD BRANSON - PENDERITA DISLEKSIA BERHASIL MEMUKAU MATA DUNIA
Richard Branson

Richard Branson adalah salah seorang yang membuktikan dengan nyata bahwa kekurangan bisa mengantarkan pada keberhasilan. Bahkan dunia pun melihat dengan kagum atas apa yang diraihnya selama ini. Mari simak cerita berikut ini !

Richard Branson, pendiri dan pemilik 360 perusahaan yang bergerak di berbagai unit bisnis. Siapa sangka, ia sesungguhnya seorang penderita disleksia, yaitu penyakit keturunan yang menyebabkan seseorang sulit mengeja atau mengolah kata dalam otaknya. Kabarnya penyakit ini, tidak bisa sembuh total. Itu sebabnya, di usia 16 tahun Branson memutuskan keluar dari sekolah, akibat kesulitan memahami pelajaran.
Kepala sekolahnya sempat berkata, “mungkin kamu akan berada di penjara atau menjadi miliarder sukses dengan penyakitmu.”Keluar dari sekolah, Branson memutuskan membuat majalah bernama Student Magazine. Usaha majalah itu berhasil menjadi perusahaan publikasi yang cukup sukses. Setelah itu, tahun 1970 Branson mendirikan perusahaan yang menjual rekaman musik. Musik-musik itu dijual dengan cara order via email. Kemudian dibukalah Gerai Virgin Megastore yang menjual aneka rekaman musik.
Beberapa tahun kemudian, Branson mendirikan Virgin Music yang menjadi andalan para musisi dunia. Beberapa musisi yang pernah menggunakan jasa perusahaannya, antara lain; Genesis, Phil Collins, Janet Jackson, The Rolling Stone dll.
Kreativitas bisnisnya terus berjalan, hingga Branson mendirikan Virgin Atlantic Airways. Saat ini, telah menjadi perusahaan penerbangan kenamaan Inggris yang cukup disegani. Bisnis Branson terus berkembang. Ia juga membuat bisnis yang bergerak di industri lain, seperti makanan dan telekomunikasi. Hingga saat ini, Virgin Grup memiliki 360 perusahaan yang salah satunya menyediakan jasa penerbangan ke luar angkasa.
Branson berhasil mengatasi kelemahannya dengan memilih kata-kata sederhana yang mudah dimengerti dalam setiap iklan marketing. Termasuk, mengerahkan karyawan untuk membaca presentasi dari setiap kampanye marketingnya, serta menyerahkan tugas-tugas spesifik--yang ia kesulitan menguasai—pada ahli di bidangnya.
Belakangan Branson mengetahui, bahwa ada pengusaha Amerika lainnya yang menderita disleksia; Henry Ford, Ted Turner dan Charles Schwab.
[Cerita ini dikutip dari kisah nyata Richard Branson/sudah saya ringkas]
Tidak perlu minder dengan keterbatasan. Kekurangan tidak akan menghalangi kreativitas dan kesuksesan, asal bersungguh-sungguh mengolahnya hingga berubah menjadi kelebihan.
Dikutip dari :
[Aliya Nurlela, Penulis & Pegiat FAM Indonesia]

Semoga kita bisa mensyukuri setiap inchi kebahagian maupun cobaan serta mengerahkan kemampuan terbaik dalam segala hal. Sukses untuk kita semua.  

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "RICHARD BRANSON - PENDERITA DISLEKSIA BERHASIL MEMUKAU MATA DUNIA"

Post a Comment